Sabtu, 20 Oktober 2012

TEKNIK PENGECAPAN BATIK


TEKNIK PENGECAPAN BATIK


Pendahuluan


Pembuatan batik cap dimaksudkan untuk mempercepat proses pelekatan lilin agar terjadi peningkatan kapasitas produksi. Karena teknik pelekatan lilin pada batik cap berbeda dengan pelekatan lilin paa batik tulis maka criteria / sifat-sifat lilinnya juga berbeda baik lilin klowong, lilin tembok maupun lilin jeblog.
Pada umumnya komposisi bahan baku lilin untuk cap lebih banyak menggunakan gondorukem disbanding lilin untuk batik tulis dengan maksud agar lebih mudah proses pencapannya.

Peralatan dan Perawatan canting cap


Peralatan Mengecap

a.       Kompor Besar ukuran 3 liter
Digunakan untuk memaskan lilin cap yang akan di pakai menecap
b.      Loyang tembaga
Digunakan untuk memelehkan lilin cap

c.       Angsang

Diletakan diatas/didalam loyang gunayan untuk menyaring secara kasar pada lilin yang telah dipanaskan dalam loyang, angsang dibuat dari tembaga, seng atau kuningan yang dibuat lunga-lubang dengan paku berbentuk segi empat.

d.      Filter

Diletakan diatas angsang dalam loyang gunanya untuk menyaring lilin cair yang halus, sehingga lilin cari yang keatas benar-benar bersih. Filter ini terbut dari kawat tembaga yang lembut /kecil dibentuk seperti angasang.

e.       Sebrak

Berupa kain mori blco yang digunakan utnuk menyaring lilin cair yang timbul keatas siap untuk dicapkan dengan canting cap.

f.       Sorok

Digunakan untuk meratakan sebrak, sehingga lilin cari rata.

g.      Canting Cap

Jenis-Jenis canting cap
h.      Canting cap klowong
Gunanya untuk memberi gambaran klowong pada mori yang dicap

i.        Canting cap tembok

Gunanya untuk mencap pada bagian mori yang tetap berwarna putih.

j.        Almari Kompor

Digunakan untuk menempatkan kompor pada waktu menecap

k.      Meja cap

Yang digunakan untuk mengecap motif batik pada mori.

Perawatan Canting Cap

            Untuk perawatan canting cap dapat dibagi menjadi 3 jenis perawatan yaitu :
1.      Penyimpanan
a.       Canting cap diletakkan miring pada rak cap atau digantungkan.
b.      Hindari terjadinya tekanan/beban/gesekan pada permukaan cap sehigga mengakibatkan perubahan gambaran cap atau ketidak rataan permukaan cap.
c.       Tempat penyimpana hendaknya bebas dari kotoran debu, zat zat kimia agar tidak terjadi korosi, serta dijaga kemungkinan muduah terkena benda benda keras yang dapat mengakibatkan kerusakan bagian motif.
2.      Pencucian
a.       Dengan cara perebusan dalam gondorukem
Pertama gondorukem dicairkan dalam loyang dengan ukuran dapat merendambagian cap yang membentuk motif, setelah itu canting cap direbus dalam cairan gondorukem tersebut agar kotorannya larut, selanjutnya canting dikibas kibaskan kemudian sisa gondorukem yang masih melekat pada cap dipel dengan menggunakan kertas koran , cara pengepelannya cukup ditempelkan kemudian diangkat,jangan digesek gesekan karena dapat merubah motif cap.
b.      Dengan perebusan dalam larutan kostik soda
Canting direbus dengan larutan kostik soda dengan ukuran 5 gram / liter air mendidih. Cara pencucian ini hasilnya lebih bersih karena karat tembaga akan terlepas , tetapi kerugiannya sisa kostik soda yang masih menempel pada cap akan menyebabkan terjadinya korosi, sehingga cap lebih cepat rusak terutama bagain patrinya.
Setelah cap kering masih perlu direbus dalam gondorukem cair selama 5 – 10 menit,kemudian dipel dengan Koran.
3.      Memperbaiki kerataan canting cap
      Untuk memperbaiki kerataan cap sebelumnya canting diletakkan dalam cetakan kertas dengan posisi permukaan ada dibawah, selanjutnya dituangkan larutan gondorukem sehingga seluruh badan cap terendan kecuali tangkai cap, setelah gondorukem membeku cetakan kertas diambil dan dilakukan pengerjaan pengikiran setelah ata dihaluskan dengan digosok arang.setelah itu gondorukem dicairkan dan dipel dengan kertas Koran.

CAR MENJALANKAN CAP
Selam ini dikenal beberapa cara penyambungan motif dalam teknik pencapan atau lebih dikenal dengan caa menjalankan cap yaitu :
1.      Cara menjalankan cap tubruk
Penyambungan motif car ini dilakukan dengan menggeser motif kekiri, kekanan atau keatas seperi tatanan tegel, biasanya dimulai dari sudut kiri.
2.      Cara menjalankan cap onde onde
Penyambungan motif car ini dilakukan dengan menggeser seperti susunan batu bata
3.      Cara menjalankan cap miring
Penyambungan motif car ini umumnya untuk motif parang atau lereng dengan sudut kemiringan 45 derajat
4.      Cara menjalankan cap memutar
Penyambungan motif car ini dilakukan dengan memutar umumnya pada pengerjaan taplak meja.
5.      Cara menjalankan cap jalan bersama
Penyambungan motif car ini prinsipnya sama dengan cara cap tubruktetapi pada penyambungan kearah kanan dilakukan pengantian cap karena satu rapot motif dipecah menjadi dua cap.




                         


III. Peralatan Mengecap

  1. Kompor Besar ukuran 3 liter
Digunakan untuk memaskan lilin cap yang akan di pakai menecap
  1. Loyang tembaga
Digunakan untuk memelehkan lilin cap

n.      Angsang

Diletakan diatas/didalam loyang gunayan untuk menyaring secara kasar pada lilin yang telah dipanaskan dalam loyang, angsang dibuat dari tembaga, seng atau kuningan yang dibuat lunga-lubang dengan paku berbentuk segi empat.

o.      Filter

Diletakan diatas angsang dalam loyang gunanya untuk menyaring lilin cair yang halus, sehingga lilin cari yang keatas benar-benar bersih. Filter ini terbut dari kawat tembaga yang lembut /kecil dibentuk seperti angasang.

p.      Sebrak

Berupa kain mori blco yang digunakan utnuk menyaring lilin cair yang timbul keatas siap untuk dicapkan dengan canting cap.

q.      Sorok

Digunakan untuk meratakan sebrak, sehingga lilin cari rata.

r.        Canting Cap

Jenis-Jenis canting cap
  1. Canting cap klowong
Gunanya untuk memberi gambaran klowong pada mori yang dicap

t.        Canting cap tembok

Gunanya untuk mencap pada bagian mori yang tetap berwarna putih.

u.      Almari Kompor

Digunakan untuk menempatkan kompor pada waktu menecap

v.      Meja cap

Yang digunakan untuk mengecap motif batik pada mori.

IV. Peralatan Mencelup/Pewarnaan

  1. Bak Perendaman
Fungsinya untuk membasahi kain yang mau dicelup sebelum proses celup sehingga warna dapat terserap dengan sempurna.
  1. Bak Celup/Ember Celup
Digunakan untuk mencelup/ tempat pewarnaan dalam proses membatik.
  1. Bak Pencucian
Fungsinya untuk mencuci mori setelah dicelup warna


4.   Sarung tangan
Fungsinya untuk melindungi supaya tangan tidak kena iritasi saat melakukan proses pencelupan warna
  1. Masker Penutup Mulut
Fungsinya untuk melindungi mulut dari bahaya zat warna.
  1. Pengaduk kaca
Untuk mengaduk larutan zat warna supaya homogen
  1. Baker Glass
Untuk melarutkan zat warna
  1. Gelas Ukur
Untuk mengukur kebutuhan larutan (air) yang digunakan untuk mewarna
  1. Kompor listrik
Untuk memanaskan air yang akan digunakan untuk mencelup
  1. Timbangan/neraca
Untuk mengukur kebutuhan serbuk zat warna

V. Peralatan lorod/Pelepasan Lilin

  1. Kompor semawar/kompor minyak tekan.
Fungsinya untuk memanaskan air yang akan digunakan untuk melorod/menghilankan lilin
  1. Wajan tembaga
Fungsinya sebagai tempat untuk melorod/menghilangkan lilin batik.
  1. Serok
Fungsinya digunakan untuk mengambil lilin cari ketika proses pelorodan
  1. Kayu/tongkat
Fungsinya untuk membulak-balikan mori ketika proses pelorodan.