Jumat, 23 November 2012

PENULISAN BIBLIOGRAFI, KUTIPAN DAN CATATAN KAKI



PENULISAN BIBLIOGRAFI, KUTIPAN DAN CATATAN KAKI
KEGIATAN BELAJAR 1
PENULISAN BIBLIOGRAFI

Referensi merupakan bahan bacaan yang digunakan sebagai rujukan dalam penulisan.
Ada 2 (dua) macam bentuk referensi:
1.   Bahan cetak
Ex: buku, majalah dan jurnal.
2.   Bahan noncetak
Ex: audio-visual, CD-ROM, Program TV, siaran radio, informasi internet.
Penulisan referensi sering pula menggunakan istilah bibliografi, daftar pustaka, kepustakaan dan daftar bacaan.

A.     Pengertian Bibliografi
Bibliografi adalah daftar pustaka yang mendaftar terbitan baik berupa buku atau terbitan lain yang dipergunakan untuk acuan dalam menulis suatu tulisan atau karangan dan disusun menurut urutan yang telah ditentukan.

Jenis Terbitan (Dokumen)
Jenis terbitan yang dapat dipergunakan sebagai acuan atau referensi antara lain:
1.   Buku
2.   Majalah
3.   Jurnal
4.   Surat kabar
5.   Ensiklopedia
6.   Siaran radio
7.   Siaran televise
8.   CD-ROM
9.   Informasi Internet


B.      Cara Penulisan Bibliografi
Ada beberapa model (style) penulisan bibliografi antara lain:
Chicago Style, American Psycological Association (APA) style, Modern Language Association (MLA) style,  maupun Komposisi Gorys Keraf.

1.      Penulisan Bibliografi menurut Chicago  style
·         Untuk  Jenis Dokumen buku, meliputi :
a.      Karya satu pengarang
b.      Karya dua pengarang
c.       Karya tiga pengarang
d.      Karya lebih dari tiga pengarang
e.      Karya tanpa pengarang
f.        Karya badan korporasi (Institusi)
g.      Karya Editor
(contoh dapat dilihat pada hal. 6.4 - 6.5)

·         Untuk jenis dokumen laporan, meliputi:
a.      Nama pengarang
b.      Nama Ketua Panitia
(contoh dapat dilihat pada hal. 6.5)

·         Untuk Jenis Dokumen Prosiding,
(contoh dapat dilihat pada hal. 6.5)

·         Untuk Jenis Dokumen Buku Tahunan, meliputi:
a.      Terbitan dari departemen
b.      Artikel dalam buku tahunan

·         Untuk Jenis Dokumen Jurnal atau Majalah, meliputi:
a.      Artikel dalam jurnal
b.      Artikel dalam majalah
·         Untuk Jenis Dokumen Ensiklopedia
a.      Signed artikel
b.      Unsigned artikel

·            Untuk Jenis Dokumen Surat Kabar
·            Untuk Jenis Dokumen Mikrofon (reproduksi)
·            Untuk Jenis Dokumen yang tidak dipublikasikan, meliputi:
·            Koleksi Manuskrip
·            Tesis dan Paper lain
·            Untuk Jenis Dokumen hasil wawancara
·            Untuk jenis dokumen buku elektronik (E-BOOK)
(contoh dapat dilihat pada hal. 6.6 - 6.7)

2.   Penulisan Bibliografi Menggunakan Gaya Modern Language Association (MLA)
Penulisan bibliografi berpedoman pada gaya MLA untuk jenis dokumen berupa buku atau monograf ada ketentuan penulisan sebagai berikut:
1)      Baris pertama terletak pada margin paling kiri, baris kedua dan berikutnya dibuat indensi.
2)      Nama belakang atau nama keluarga diletakkan dimuka, diikuti dengan koma diikuti nama pengarang.
3)      Judul Buku dengan garis bawah atau huruf miring
4)      Kota terbit, penerbit dan tahun terbit.
(contoh dapat dilihat pada hal. 6.8)

Untuk penulisan  bibliografi berpedoman pada MLA style untuk jenis dokumen berupa terbitan berseri (periodical) ada ketentuan sebagai berikut:
1)      Judul artikel dalam tanda kutip, judul terbitan berseri (jurnal, majalah,surat kabar ) digaris bawahi atau ditulis miring.
2)      Tahun /data terbitan dalam tanda kurung.
3)      Halaman artikel ditempatkan paling akhir.
(contoh dapat dilihat pada hal. 6.9)
Susunan bibliografi/daftar pustaka dalam akhir tulisan adalah menurut abjad, baik daftar tersebut merupakan campuran dari berbagai jenis dokumen maupun diabjad per jenis dokumen, sedangkan bila satu pengarang  mempunyai dua atau lebih karya yang disitir maka penulisannya adalah karya kedua nama pengarang digantikan dengan 7 strip ( ------- ), kemudian diikuti dengan judul dan sebagainya sesuai urutan yang ditentukan.

3.      Penulisan Bibliografi menggunakan Gaya American Psychological Association (APA)
Pada gaya APA penulisan dokumen yang berupa buku mempunyai urutan sebagai berikut:
a.      Baris pertama terletak paling kiri, baris kedua dan berikutnya indensi (Hanging).
b.      Nama belakang/keluarga pengarang diikuti koma, kemudian inisial/ singkatan pengarang, jadi bukan nama lengkap.
c.       Data terbitan/tahun terbit dalam kurung, mengikuti nama pengarang.
d.      Judul buku digaris bawahi/italic, hanya huruf pertama yang memakai capital besar.
e.      Titik dua diantara kota terbit dan penerbit.
(contoh dapat dilihat pada hal. 6.12 – 6.13)

Penulisan bibliografi yang diambil dari artikel terbitan berseri (periodical), mempunyai urutan sebagai berikut:
a.      Nama belakang/keluarga pengarang diikuti koma, kemudian inisial/ singkatan pengarang, jadi bukan nama lengkap.
b.      Tahun terbit dalam tanda kurung diletakkan setelah nama pengarang
c.       Judul artikel dalam tanda kutip, huruf besar digunakan untuk huruf pertama saja.
d.      Judul terbitan berseri digaris bawahi/italic, diikuti nomor volume dan halaman artikel yang dibatasi dengan tanda koma.
e.      Nomor volume digaris bawahi/italic juga.
(contoh dapat dilihat pada hal. 6.13)


Bibliografi setiap akhir penulisan disusun menurut abjad, bila dalam penulisan tersebut menggunakan dua atau lebih karya dari satu pengarang dengan tahun yang sama maka penulisan tahun ditambah dengan huruf arab kecil (a, b dan seterusnya), sedangkan nama tetap ditulis kembali.

4.      Penulisan Bibliografi berpedoman kepada Komposisi
Penulisan bibliografi di Indonesia kebanyakan merujuk yang ada dalam Komposisi Gorys Keraf.
(contoh lihat hal. 6.15)

5.      Langkah-langkah dalam Penyusunan Bibliografi/Daftar Pustaka
Pada saat penyusunan daftar pustaka/bibliografi dalam suatu karya ilmiah, perlu diperhatikan langkah-langkah berikut:
a.      Buatlah daftar pustaka secara konsisten, ambil salah satu style/gaya yang sesuai keinginan.
b.      Pembuatan daftar pustaka / bibliografi dapat dicampur seluruh jenis dokumen ataupun dipisah-pisah menurut jenis dokumen.
c.       Nama pengarang disusun berdasarkan abjad.
d.      Apabila tidak ada nama pengarang, judul dimasukkan dalam urutan abjad. Kata sandang dalam bahasa asing, seperti the, a dan an diabaikan dalam susunan tersebut.
e.      bila satu pengarang  mempunyai dua atau lebih karya yang disitir maka penulisannya adalah karya kedua nama pengarang digantikan dengan 5 atau 7 strip ( ------- ), penyusunan diurutkan sesuai dengan urutan tahun dari tahun yang tertua ketahun yang lebih muda.
f.        Jarak antara baris dalam satu referensi (rujukan)satu spasi, sedangkan jarak antara entri adalah satu setengah sampai dua spasi.
g.      Baris kedua dan seterusnya harus dimasukkan sebanyak 3 atau 4 ketukan (indensi/hanging)
h.      Baris pertama dimulai pada margin paling kiri.

Penulisan bibliografi /daftar pustaka untuk suatu karya ilmiah sangatlah penting. Karena dapat dijadikan catatan seberapa banyak penulis mensitir tulisan orang lain.
Dengan adanya berbagai bentuk style penulisan bibliografi, penulis dapat memilih salah satu yang sesuai dengan kebutuhan. Namun kuncinya hanya satu yaitu konsistensi dalam penulisan.
Urutan dalam penulisan bibliografi hampir semua bentuk/style/gaya mengikutinya, yaitu pengarang, judul, data publikasi (kota terbit, penerbit, tahun terbit, edisi, jilid) semuanya disusun menurut abjad.























KEGIATAN BELAJAR 2
CATATAN KAKI DAN KUTIPAN

Catatan kaki atau yang sering disebut footnote atau endnote juga dapat berpedoman dariberbagai style dan bentuk. Bahkan mulai penempatannya, ada yang langsung dibawah teks setiap halamannya, ada yang dikumpulkan menjadi satu dan disusun sebelum daftar pustaka atau bibliografi.

KUTIPAN
Pengertian kutipan adalah pinjaman kalimat atau pendapat dari seorang pengarang atau ucapan seseorang yang terkenal, baik yang terdapat dalam buku maupun majalah. (Goryskeraf)
Tujuan dari kutipan adalah mengaskan isi dari uraian atau untuk membuktikan apa yang dikatakan.
Fungsi kutipan:
a.      Materi kutipan mempunyai kualitas tinggi sehingga akan hilang jika dikatakan dengan kata-kata penulis atau diparafrasis.
b.      Materi kutipan merangkum satu pokok bahasan yang akan disetujui atau disanggah.
c.       Materi kutipan mengungkapkan satu pendapat atau evaluasi yang menjadi bahan diskusi.
d.      Jangan terlalu banyak mengutip kutipan yang terlalu panjang.
e.      Usahakan membuktikan dengan kata dan data sendiri sambil tidak lupa menunjukkan sumbernya dalam catatan kaki dan bibliografi.

Prinsip-prinsip mengutip
a.      Jangan mengadakan perubahan
b.      Bila ada kesalahan tidak boleh memperbaiki kesalahan itu,
c.       Dibolehkan menghilangkan bagian-bagian tertentu tapi tanpa mengubah makna aslinya.
(contoh dapat dilihat pada hal. 6.21 – 6.22)




CATATAN KAKI (FOOTNOTE DAN ENDNOTE)
Catatan kaki merupakan suatu keterangan tambahan tentang istilah yang tercantum dalam naskah, juga berupa rujukan pada sesuatu yang bukan buku yang ditempatkan pada kaki sebuah halaman.
Tujuan Catatan Kaki adalah:
a.      Untuk menyusun pembuktian
b.      Menyatakan utang budi
c.       Merujuk bagian lain dari teks
d.      Menyampaikan keterangan tambahan
(contoh dapat dilihat pada hal. 6.25 – 6.30)